Mari Mengheningkan Cipta Bersama Rakyat Jepang

Kemarin, pada tanggal 11 maret 2011 (bertepatan dengan hari jadi kampus UNS) dunia terhenyak. Jepang, salah satu negara paling terkenal di dunia dengan industri teknologinya yang maju, terhempas oleh serangan tsunami. Berawal dari gempa sebesar 8,9 skala richter, munculah tusnami luar biasa tinggi (sekitar 10M) yang menerjang pesisir pantai Jepang. Jumlah korban tergolong sedikit untuk ukuran bencana sedahsyat itu. Namun, bagi Om Bodong, korban sekecil apapun tetaplah wajib untuk dihormati oleh kita. Minimal, kita bisa ikut merasakan duka yang menggelayuti perasaan keluarga korban.

Secara historis, bencana tsunami memang identik dengan Jepang. Terkena bencana semacam ini sudah bukan barang baru bagi negeri Jepang. Nama tsunami sendiri berasal dari bahasa Jepang. Karena bencana ini konon katanya pertama kali terjadi di Jepang.

Bencana yang melanda Jepang ini menurut Om Bodong akan mampu memberikan efek yang signifikan di dunia politik internasional. Lah, kok bisa gitu? Mungkin itulah pertanyaan yang ada di benak masdab dan mbakyu sekalian. Okelah kalau begitu (ngapak style), Om Bodong bakal coba buat ngasi penjelasan yang memuaskan.

Selama beberapa bulan ini, kita masyarakat dunia (orang desa juga termasuk lowh, keren kan) selalu dicekoki oleh berita-berita kerusuhan timur tengah yang efeknya luar biasa besar. Dari kesulitan mahasiswa Indonesia pulang ke tanah air dari daerah konflik lah, sampai pada melangitnya harga minyak. Kita dipaksa melihat kebengisan kekuasaan pemimpin negara Libya (yang menguasai militer negara tersebut juga) dalam memberangus rakyatnya. Benar-benar mengerikan.

Nah, dengan adanya berita tentang bencana Jepang ini, kita akan mendapatkan sebuah cerita baru. Bukan berita kebencian karena konflik kekuasaan. Namun berita perdamaian tentang umat manusia yang saling tolong menolong untuk kebangkitan bersama. Saling mengulurkan tangan, untuk bersama menyongsong hari esok. Om Bodong yakin dunia tidak akan membiarkan Jepang sendirian menangisi kehancuran yang meluluhlantakkan negaranya itu. Masyarakat dunia akan datang bersama, membawa kekuatan mereka yang bisa diberikan untuk rakyat Jepang.

Namun, dari situ juga timbul ketakutan Om Bodong. Bahwa bencana ini akan menimbulkan pengalihan isu. Membuat tentara diktator Libya menjadi semakin semena-mena terhadap rakyatnya tanpa diawasi oleh Media yang terkuras perhatiannya untuk Jepang. Juga bisa membuat kongres PSSI menjadi permainan para penjahat PSSI yang masih belum legowo untuk melepaskan kekuasaannya. Kekuasaan yang nyata-nyata membawa PSSI dalam jurang kehancuran.

Namun, bagi Om Bodong sekarang sih, tanpa memperhatikan agama kita, pandangan politik kita, prinsip dan ideologi kita, kita sebagai manusia layak ikut berduka cita untuk Jepang. Apapun yang terjadi pada para korban di dunia lain, tetaplah kita berdoa, ‘semoga tenang di sisinya’. Do’a tulus yang tidak terbatasi oleh agama, kepercayaan, dan ideologi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s