Percaya Gag Sama Mitos??

Siang ini begitu panas. Matahari bersinar terang dengan agungnya di atas bumi. Para manusia kerdil seperti kita Cuma bisa mengeluh dan mengelus dada mendapati kenyataan ini. Namun, hal itu tidak berlaku bagi para wisudawan dan wisudawati yang sedang menikmati pesta kelulusan mereka setelah 4 tahun berjuang (ehm, mungkin ada yang 6 tahun juga sih) bergula tdengan buku.

Tiba-tiba ada seorang lulusan yang kepanasan dan berniat melepas bajunya. Dan dia benar-benar melepasnya! Untungnya, yang dilepas hanya Toga dan baju wisudanya (yang mirip hakim itu) saja, tidak sampai baju dan celana dalamnya. Huft, untung deh. Om Bodong gag jadi jijik melihatnya. Bukan masalah apa-apa, soalnya yang melepas baju tuh cowok bo! Kalau cewek sih, hayuk-hayuk aja, haha!

Setelah baju wisuda dilepas, ada seorang temannya, yang sepertinya masih sangat muda, mendatangi baju itu. Dia berniat memakainya untuk poto-poto! Wah, mungkin dia berpikir hal itu akan sangat keren sekali, hoho. Dia nyaris memakainya saat tiba-tiba suara temannya mengagetkannya.

“Hoi, jangan mbok pake!” kata temannya memperingatkan.

“Ha? Emang kenapa mas?” balas si pemuda dengan polos.

“Kamu tahu gag sih, itu tu pamali tahu! Kalau belum lulus, jangan pake baju wisuda, entar lulusnya lama!”

Si pemuda diam. Dia tetep nekat memakainya. Lalu dia berkata, “Aku emang gag mau kuliah kok mas. Capek, ngabis-ngabisin duit orang tua aja. Abis lulus SMA nanti aku mau langsung kerja aja. Jadi gag papa deh kalau dibikin lulus kuliahnya lama! Hahahaha!!” Jawab si pemuda. Enteng.

Sebaliknya, si orang yang memperingatkan tadi Cuma bisa diam. Pasang tampang bloon, dan tak mengerti apa-apa.

Lalu apa yang bisa Om Bodong petik dari kutipan kejadian itu? Apakah tentang ketidakmauan kuliah si anak muda tadi? Atau tentang kaki indah wanita seksi yang kebetulan lewat di depan dua orang tadi? Yaaah, itu mah gag ada hubungannya, huhu.

Sebenarnya, yang ingin Om Bodong lihat dari situ adalah tentang mitos yang dikatakan oleh si pemuda agak tua yang memperingatkan tadi. Yap, seperti judul yang di atas itu, Om Bodong ingin melihat tentang mitos di sini, yee haa!

Masdab dan Mbakyu sekalian tahu apa itu mitos? Tentu tahu donk. Bahkan, mungkin masdab dan mbakyu sekalian tahu lebih banyak tentang contoh mitos dibanding Om Bodong. Om Bodong yang masih labil dan naif sola yang ghaib-ghaib gini, hehe. Tapi ada baiknya jika kita mencoba melihat penegertian formal mitos, menurut Wikipedia aja ya? Biar Om Bodong gag susah-susah amat carinya, hehe. Bentar biar Om Bodong cari dulu, sabar!

Oke, Om Bodong sudah dapet! Cepet kan? Iya donk, ada mbah google gitu!

Mitos atau mite(myth) adalah cerita prosa rakyat yang tokohnya para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain pada masa lampau dan dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Mitos pada umumnya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, dunia, bentuk khas binatang, bentuk topografi, petualangan para dewa, kisah percintaan mereka dan sebagainya.Mitos itu sendiri, ada yang berasal dari indonesia dan ada juga yang berasal dari luar negeri.

Itulah pengertian mitos menurut Wikipedia. Dan bagi Om Bodong, pengertian tu tidak benar sama sekali. Yang diterangkan di situ justru lebih mirip legenda. Dan bagi Om Bodong, mitos memiliki pengertiannya sendiri. Lalu apa pengertian mitos bagi Om Bodong? Mari kita lihat lewat kacamata Om Bodong, sebuah pandangan yang tidak jelas dan semoga menjelaskan, hehe.

Bagi Om Bodong, yang namanya mitos itu ya semau hal-hal yang berbau ghaib. Dan masih tidak bisa dibuktikan kebenarannya dengan penelitian yang ilmiah. Istilah kerennya, adalah kebenaran postulat. Nah, karena Om Bodong analogikan sebagai kebenaran postulat, maka mitos itu walaupun belum pernah dibuktikan oleh suatu penelitian yang komprehensif, namun keberadaannya sudah dipercayai oleh orang-orang.
Sebut saja anggapan bahwa wanita tidak boleh memakan suatu bagian dari sayap ayam. Atau jangan duduk di depan pintu. Ada juga mungkin mitos yang mengatakan bahwa jika kita sombong dan takabur di lingkungan keraton, maka kita akan dirasuki oleh makhluk halus. Di Keraton Solo bahkan ada sebuah mitos yang mengatakan seandainya kita melangkahi sebuah gamelan yang keramat, kita tidak akan bisa buang air selama seminggu. Bayangkan betapa sengsaranya kita jika itu terjadi!

Terus, apakah mitos-mitos seperti itu memang benar? Semuanya tidak dapat dipastikan. Namun, adakalanya jika kita lebih baik percaya saja. Bukan percaya secara naif terhadap mitos tentunya, namun percaya bahwa semuanya sudah ada yang mengatur. Bahwa apa-apa yang sudah dan akan terjadi di dunia ini, sudah diperhitungkan secara matang oleh Tuhan Pencipta alam. Karenanya, kita juga harus percaya bahwa ada makhluk-makhluk ciptaan Tuhan selain kita yang tidak bisa kita lihat. Bahwa mungkin mereka benar-benar menjaga kelestarian mitos itu. Bahwa mungkin, mitos itu memang nyata.

Bagi Om Bodong, tak masalah apakah mitos itu benar ataupun salah. Toh, jika kita menjaga jarak dari hal-hal yang seperti itu, kita tidak akan rugi kan? Tapi jika memang masdab dan mbakyu sekalian merasa memiliki nyali yang sangat kuat, silahkan masdab dan mbakyu sekalian menantang mitos-mitos itu. Sekali lagi, bagi yang berani aja loh. Bagi yang gak berani? Don’t try this at home deh, hehe…

3 thoughts on “Percaya Gag Sama Mitos??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s